Belimbing Efektif Turunkan Tekanan Darah dan Resiko Sakit Jantung

Oleh :Atie Nitiasmoro

Menyantap potongan buah belimbing  atau meminum segelas jus  belimbing di siang terik dapat menjadi alternative penghilang dahaga yang sehat dan menyegarkan. Belimbing atau  star fruit ini sejak lama dikenal dapat menurunkan tekanan darah, anti kanker dan menurunkan resiko sakit jantung.

Belimbing atau Averrhoa carambola adalah buah yang populer di iklim tropis. Buah ini dikenal dengan rasanya yang  asam-manis dan segar. Tak hanya itu, belimbing bahkan merupakan salah satu buah yang sering digunakan sebagai pengobatan ayurveda di India, Cina, dan Brazil. 

Buah belimbing kaya akan serat dan vitamin C. Dalam satu buah belimbing berukuran sedang (90 gram), setidaknya terkandung 3 gram serat, 1 gram protein, serta dapat memenuhi 52% kebutuhan harian tubuh akan vitamin C.

Selain kaya serat dan vitamin, buah belimbing juga dikenal rendah kalori. Dalam satu buah belimbing berukuran sedang, terdapat sekitar 30 kalori dan 5 gram karbohidrat.

Buah belimbing juga mengandung mineral yang baik bagi kesehatan, di antaranya adalah zat besi, magnesium, mangan, potasium, β-karoten, serta sejumlah vitamin, mulai dari vitamin A, B9 (asam folat), B3 (niasin), dan vitamin C (asam L-askorbat). Meski demikian bagi penderita gagal ginjal tidak mengkonsumsi buah ini.

Manfaat buah belimbing

1.  Mencegah kanker

Para peneliti telah menemukan bukti bahwa belimbing adalah buah dengan khasiat anti kanker yang kuat. Buah ini mengandung senyawa polifenol yang mampu melawan efek mutagenik dari radikal bebas dan menyingkirkannya dari tubuh. Dengan demikian tubuh terhindar dari risiko kanker hati. Selain itu, belimbing juga mengandung sejumlah besar serat yang membantu membersihkan usus besar, sehingga menurunkan risiko kanker usus besar.

2. Meningkatkan kekebalan tubuh

Kadar vitamin C yang tinggi di dalam buah belimbing menjadikan buah ini baik dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Penyakit yang disebabkan karena virus atau bakteri seperti batuk, demam, dan sakit tenggorokan bisa dicegah dengan mengonsumsi belimbing segar atau jus belimbing secara teratur. Konsumsi buah ini juga dapat meningkatkan produksi sel darah putih.

3. Menjaga stabilitas tekanan darah

Belimbing mengandung kalium dan natrium yang cukup tinggi, sehingga dapat membantu  menjaga tekanan darah. Tekanan darah yang normal sangat penting untuk menjaga jantung agar berfungsi dengan baik.

4. Menjaga kulit dan rambut tetap sehat

Belimbing memiliki banyak antioksidan seperti senyawa polifenol, asam galat, dan quercetin yang membantu mengatasi efek stres oksidatif dan menghentikan kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas. Konsumsi belimbing akan membalikkan proses penuaan kulit. Batang rambut pun jadi lebih lembap, sehat, dan memiliki akar yang kuat.

5. Mengendalikan kadar gula darah

Tingginya kandungan serat tidak larut air (insoluble fiber) pada buah belimbing  dapat menghambat penyerapan glukosa sehingga mampu menurunkan dan mencegah lonjakan kadar gula darah. Belimbing termasuk salah satu buah yang baik untuk penderita diabetes. Kehadiran serat di dalam belimbing akan memperlambat pelepasan glukosa ke dalam aliran darah setelah makanan masuk ke dalam tubuh. Lebih lanjut, belimbing akan membantu dalam mengontrol kadar insulin dalam tubuh.

6. Memperkuat imunitas

Kandungan antioksidan yang tinggi dalam buah belimbing sangat baik untuk melawan radikal bebas dalam tubuh. Tak hanya itu, adanya antioksidan, seperti zinc dan mangan, juga dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh serta membantu menghilangkan racun dari tubuh.

7. Meredakan sakit maag

Dalam pengobatan tradisional, buah belimbing kerap digunakan untuk meringankan gangguan pada lambung, seperti sakit maag. Buah belimbing dan ekstrak daunnya diketahui memiliki sifat antiulkus karena mengandung terpenoid, flavonoid, dan mucilage yang dapat memperkuat lapisan dalam lambung dan usus, sehingga dapat menurunkan risiko terjadinya kerusakan lambung akibat gastritis.

8 Mengurangi risiko sakit jantung

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa mengonsumsi buah belimbing dengan porsi yang cukup dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskular dan stroke. Hal ini karena buah belimbing mengandung cukup banyak vitamin B9 (asam folat) yang bermanfaat untuk menurunkan kadar homosistesin.

Meski demikian, orang yang memiliki gangguan fungsi ginjal, khususnya gagal ginjal kronis, tidak dianjurkan untuk mengonsumsi buah belimbing. Hal ini karena buah belimbing mengandung asam oksalat dan karamboxin. Zat-zat tersebut dapat menumpuk di dalam tubuh dan menimbulkan masalah kesehatan bila tidak disaring oleh ginjal dan dikeluarkan lewat urine.

Untuk mendapatkan manfaat belimbing secara optimal, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis gizi untuk mengetahui seberapa banyak buah belimbing yang perlu dikonsumsi sesuai dengan kondisi medis tertentu.

Atie Nitiasmoro@Kenari Guest House

 

Atie Nitiasmoro
Atie Nitiasmoro
atie@kenariguesthouse.com
No Comments

Post A Comment