Berburu Lodeh dan Pisang Goreng di Kopi Klotok Yogyakarta

Oleh : Atie Nitiasmoro

Sayur lodeh,  tempe garit, telor dadar, pisang goreng dan segelas kopi yang wangi di Kopi Klotok, ngangeni dan selalu saya datangi setiap kali bepergian ke Yogyakarta. Makanan rumahan dengan rasa jadul  dimasak di atas tungku kayu bakar disajikan dalam baskom-baskom besar hijau blirik ini  nikmat disantap di warung pinggir sawah.

Berbagai jenis lodeh bisa dinikmati disini, ada lodeh kluwih, lodeh terong, lodeh tempe lombok ijo, sayur asem, dan sop ndeso. Lauknya meski sederhana tapi endeees rasanya ,  pindang goreng, telur dadar, tempe garit, tahu tempe bacem dan sambal dadak. Ada juga  Sego Megono  nasi yang dicampur dengan sambal dari kelapa dan rebusan sayur.

Kopi yang disajikan dalam gelas belimbing dengan rasa pahit dan asam  ini cara membuatnya bukan diseduh tapi dimasak dengan air mendidih hingga terdengar bunyi klotok-klotok. Itu sebabnya lambung saya tidak bermasalah ketika menyeruputnya. Jadah goreng dan pisang goreng sebagai desert di warung ini melengkapi petualangan rasa. Dalam 10 kali kunjungan, hanya 2 kali bisa memesan jadah goreng karena selalu kehabisan. Memakan pisang goreng yang manis  sembari menyesap kopi pahit, menjadi penutup makanan yang sempurna.

Pernah suatu kali datang dan memesan pisang goreng, mereka tidak menjualnya meskipun bersisir-sisir pisang tergantung dan  berjajar di pinggir wajan besar. Pasalnya kematangan pisang baru bisa digoreng untuk esok harinya. Meski saya mengatakan tidak masalah, mereka tetap tidak mau karena menjaga kualitas. Selain bentuknya yang besar, pisang goreng di sini  memiliki warna kuning matang yang sempurna. Tidak terlalu muda, tidak pula terlalu tua. Rasanya pas, mulai dari segi manisnya hingga “kriuk” tepungnya.

Makan Sepuasnya Bayar Rp. 11.500
Selain rasa yang menggoyang lidah daya tarik lainnya adalah harga yang murah meriah. Nasi dengan aneka sayur dibandrol Rp. 11.500 dan boleh tambah sampai 10 kali asal dihabiskan. Harga lauk dari Rp. 1.000 sampai Rp. 5.500. Pisang dan Jadah goreng Rp. 6.500 perporsi,  benar-benar membuat perut kenyang hati senang. Azas kejujuran berlaku disini, karena kasir menerima pembayaran berdasarkan laporan pengunjung saja,  jenis dan jumlah makanan yang telah disantap.

Bila datang di musim liburan di warung yang berlokasi di di Jalan Kaliurang Km 16, Pakembinangun, Pakem, Sleman,  harus siap menghadapi antrian panjang. Mulai dari mencari tempat parkir yang penuh mobil dan bus pariwisata, mencari meja dan antri makanan. Butuh perjuangan dan kesabaran tinggi. Bayangin aja, semua meja penuh terisi dan  orang sudah berdiri disamping meja-meja tersebut menunggu kosong. Belum lagi antrian ambil makanan, ampuuun deh panjangnya dan seringkali makanan sudah tidak lengkap dan harus menunggu.

Jadi trik saya saat datang di musim liburan bersama keluarga, kami bagi tugas. Ayah cari tempat parkir, anak lanang nungguin meja dengan berdiri di samping salah satu meja yang terisi dan   begitu orang di meja tersebut selesai makan, meja segera diambil alih.  Nah saat ambil makanan, saya ambil nasi, sayur dan lauk banyak sekaligus sesuai jumlah rombongan yang ikut barulah dibawa ke meja yang berhasil didapat. Saat liburan tahun lalu saya antri telur dadar lebih dari 1 jam lho karena banyaknya pengunjung.

Keistimewaan kopi klotok selain makanannya yang lezato adalah warung berbentuk joglo di pinggir sawah, kebon jagung dan  jajaran pohon kelapa. Di dalam rumah joglo itu dipajang ornamen pernak-pernik tempo dulu. Ada radio lawas, sepeda onthel, dan lampu teplok.Di dinding berjajar testimony sejumlah artis dan pejabat. Sedangkan bangku dan meja yang digunakan tergolong perabot lawasan. Model kursi set babon angrem dengan anyaman rotan  salah satu contohnya. Makan sembari duduk lesehan lihat hamparan sawah dan pohon kelapa menjadi pilihan favorit.

Atie@kenariguesthouse

Atie Nitiasmoro
Atie Nitiasmoro
atie@kenariguesthouse.com
No Comments

Post A Comment