Cuma di Malang, Bisa “Keliling Dunia” Bayar 100 Ribu

Penulis: Elvy Yusanti


Kota Malang, Jawa Timur tidak hanya dikenal dengan wisata alamnya yang memesona. Namun daerah berjuluk Kota Apel ini juga memiliki berbagai tempat wisata edukasi yang unik dan dikelola dengan sangat kreatif.

Salah satu yang jadi favorit dan instagrammable adalah Museum Angkut yang terletak di Kota Batu. Mengunjungi museum ini, ibarat kita telah “berkeliling dunia”.

Museum biasanya identik dengan benda-benda bersejarah, kuno, dan cenderung serius. Maka pengunjung museum cenderung lebih sedikit dibanding tempat wisata lainnya. Pengelola Museum Angkut punya cara kreatif untuk menarik pengunjung berbagai usia, meski tiket masuknya relatif mahal, namun masyarakat baik lokal maupun dari luar daerah rela ke Museum Angkut meskipun harus antri panjang.

Fun dan tidak membosankan, begitu kesan pertama saya saat memasuki Museum Angkut yang terletak di Jalan Terusan Sultan Agung No.2, Ngaglik, Kecamatan Batu ini. Sesuai namanya, museum ini memiliki koleksi kendaraan mulai dari mobil, motor, pesawat, sepeda, becak, gerobak dan andong. Museum yang dibuka pertamakali 9 Maret 2014 ini memiliki mobil balap Formula 1 dan replika pesawat kepresidenan Boeing 736 Seri 200 di area Runway.

Memasuki museum ini seperti berada di lokasi pameran kendaraan, pengaturannya sangat rapih, tempatnya mewah dan nyaman. Pengunjung bisa memandang ratusan kendaraan berbagai merek dari berbagai belahan dunia di antaranya, yang bergaya khas Inggris seperti Mini Cooper, Rolls Royce, Land Rover, dan masih banyak lagi. Lokasi ini disebut Zona Hall Utama.

Salah satu kendaraan bersejarah di sini adalah Mobil Chrysler Windsor Deluxe tahun 1952 yang pernah dikendarai Presiden Soekarno. Sementara koleksi mobil klasik paling tua adalah Buick Ten Toy Tonneau dari Amerika Serikat yang dirilis tahun 1910.

Thomas Boyke, penggemar otomotif tinggal di Malang mengatakan, Museum Angkut menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan yang berkunjung ke Malang. Di Zona edukasi ia bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengamati kendaraan dari berbagai negara. “Koleksi kendaraannya beragam dan semuanya unik,” ungkap Boyke yang juga seniman pembuat miniatur kendaraan dari kayu.

Zona Favorit
Dibangun di atas lahan seluas 3,8 hektar museum ini terbagi dalam 11 zona yang didesain dengan berbagai model bangunan dari benua Asia, Eropa hingga Amerika. Ada Zona Edukasi yang menggambarkan sejarah angkutan dari Indonesia dan luar negeri.

Lalu ada Zona Sunda, yang menggambarjan situasi Jakarta tempo dulu. Pengunjung diajak kembali ke masa lalu melihat replika bangunan kawasan Pecinan. Lalu ada Pelabuhan Sunda Kelapa lengkap dengan miniatur kapalnya. Ada juga Bajaj dan oplet yang menggambarkan angkutan khas warga Betawi.

Thomas Boyke

Zona Gangster Town & Broadway Street yang digambarkan seperti dalam film-film gangster Amerika. Ada penjara, ada kantor polisi dan patung perampok berbaju khas garis-garis hitam putih memanggul karung berisi uang yang menjadi zona favorit pengunjung.

Zona lainnya adalah Eropa, Istana Buckingham, Las Vegas, Hollywood dan Zona Pasar Apung. Zona Flight Training juga menjadi favorit pengunjung terutama anak-anak. Di sini mereka belajar menjadi seorang pilot di ruangan cockpit pesawat yang sudah didesain menarik dan sangat persis seperti aslinya.

 

Selain itu, pesawat kepresidenan juga layak untuk dijajal. Di area ini, kita bisa mengetahui bagaimana desain ruangan dalam pesawat yang ditumpangi dan kegiatan apa saja yang dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia. Di sini pengunjung bisa berfoto di meja kerja orang nomor satu di Indonesia. Menarik bukan?

Pengelola Museum Angkut hendak mengajak pengunjung menjelajah dunia dalam satu lokasi yang sangat luas. Areal 3,8 hektar cukup melelahkan untuk dikelilingi. Jika akan menjajal wisata edukasi ini sebaiknya pagi hari. Selain untuk menghindari antrean juga badan masih fit. Semua zona menarik dan sayang untuk dilewatkan. Oiya, spot setiap zona semuanya menarik, jadi pastikan baterai kamera atau handphone terisi penuh.

Tiket masuk Senin-Jumat Rp 80 ribu, akhir pekan Rp 100 ribu dan libur panjang Rp 125 ribu. Semoga Pandemi Covid-19 segera berlalu, agar kita bisa menikmati liburan keliling dunia dengan ongkos murah. Dan ini cuma ada di Museum Angkut, Malang.

Elvy Yusanti
Elvy Yusanti
elvy@kenariguesthouse.com
No Comments

Post A Comment