Ini Kampung Enam Tarakan, Bukan Lembang

Oleh Erick Tamalagi

Jaraknya hanya sekitar 15 menit dari keramaian Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Untuk sampai ditempat yang menjadi Sentra Hortikultura non pestisida, kita harus berganti kendaraan, dari roda empat ke roda dua. Bersama Kadis Pertanian dan TP Kota Tarakan, Ka. BPPT Kaltimtara serta Kepala Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Tarakan, kami dijemput sejumlah petani dan teman-teman Pertanian Tarakan di titik terjauh yang bisa dilalui kendaraan roda empat.

Sesaat setelah berboncengan, suasana perkebunan Horti langsung menyapa mata. Pagi jelang siang, mata langsung disuguhi warna kehijauan dari hamparan komoditas tanaman masyarakat. Sumpah, suasananya ibarat kita berada di Lembang, Jawa Barat.

“Kebutuhan masyarakat Kota Tarakan dan kota kota lainnya disuplay dari sini pak. Sayuran, cabe merah dan cabe keriting jadi fokus 140 petani di lahan seluas 150 hektar yang dikelola 4 kelompok tani,” jelas Elang Buana saat kami bercakap cakap dengan para petani dan PPL Pertanian di Saung Harapan Sejahtera yang terletak di tengah lahan perkebunan masyarakat.

“Saung ini selalu menjadi tempat pertemuan dan diskusi petani, termasuk dengan kita kita,” tambah Drh. Akhmad Alfaraby selaku Kepala BKP Kelas II Tarakan.

Potensi  Kampung Enam diungkapkan juga oleh Samuel dari Kelompok Tani Harapan Sejahtera. Panen cabe merah dan cabe kecil selalu membuat mereka sumringah. Bahkan di daerah ini mereka bisa panen sampai 20 ton perminggu.

Oh ya, petani di Kampung Enam menggunakan pupuk dari campuran sekam dan udang kecil / ebi ; selain itu mereka juga mengatur masa tanam dan panen sehingga tidak ada komoditas yang masa panennya bersamaan.

Dari diskusi bersama petani dan kawan kawan PPL terungkap jika beberapa persoalan mendasar masih dirasakan di lapangan.

“Kawan kawan tidak perlu ragu cerita apa yang menjadi kendala dan dirasakan selama ini, karena Menteri Pertanian kita sangat sangat lama menjadi orang lapangan, jadi beliau sangat concern terhadap persoalan persoalan di lapangan.

Jadi soal bagaimana mengatasi penyakit tanaman yang selalu berulang, keinginan menjadikan daerah ini sentra bawang merah atau masalah yang lain, hari ini ada Kepala BPPT Kaltimtara dan Dinas Kota Tarakan serta Kepala BKP Kelas II Tarakan yang siap memuliakan kawan kawan petani sebagaimana amanah yang diberikan pak menteri pada kami keluarga besar Kementan,” tegas saya.

Erick/tie/KenariGuestHouse

 

Atie Nitiasmoro
Atie Nitiasmoro
atie@kenariguesthouse.com
No Comments

Post A Comment