Kue Keranjang Simbol Harapan

Oleh: Atie Nitiasmoro

Foto: Flickr.com/Juliana Phang

Tahun Baru Imlek 2572 yang juga disebut tahun kerbau logam  menjadi berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kali ini, tahun baru dirayakan di tengah pandemi Covid-19 yang sedang merebak dan tentu saja tidak ada kerumunan dalam perayaannya sesuai protocol kesehatan.

Salah satu sajian khas saat Imlek adalah kue keranjang. Kue keranjang merupakan simbol harapan saat memasuki Tahun Baru Imlek. Dibalik rasanya yang manis dan teksturnya yang lengket, kue keranjang punya makna spesial.

Foto: Shutterstock

Kue keranjang akan dengan mudah ditemukan di pasar-pasar tradisional pecinan, supermarket, hingga toko kue jelang Imlek. Biasanya di bagian atasnya diberi stiker merah yang bertuliskan harapan baik dalam bahasa Mandarin.

“Kue keranjang itu harapan, sekitar abad 3 sebelum masehi, zaman dinasti Han itu mulainya,” kata Oey Tjin Eng, tokoh masyarakat China peranakan di Kota Tangerang, Kamis (11/2/2021). Melansir Kompas.com, Tjin Eng (76 tahun menceritakan, kue keranjang awalnya dibuat untuk para pasukan perang di masa Dinasti Han di Tiongkok. Kue keranjang yang manis dan awet sampai enam bulan, menjadi  menjadi pilihan perbekalan pasukan perang di masa Dinasti Han.

Foto: Shutterstock

“Jadi kue keranjang itu dipakai buat perang, zaman itu dulu kue keranjang dipakai untuk bekal, karena tahan sampai 6 bulan,” ujar Tjin Eng. Secara filosofis, kata Tjin Eng, Imlek di Indonesia digambarkan sebagai sebuah perjalanan baru, harapan baru, dan semangat untuk berusaha menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya. Kue keranjang dilambangkan sebagai bekal untuk perjalanan baru ini. Di tengah pandemi, Imlek menjadi harapan baru agar pandemi Covid-19 bisa segera berakhir, dan kue keranjang sebagai bekal untuk bertahan melawan Covid-19. “Ditambah jeruk untuk keberuntungan,” kata Tjin Eng.

atie@kenariguesthouse

 

 

 

Atie Nitiasmoro
Atie Nitiasmoro
atie@kenariguesthouse.com
No Comments

Post A Comment