Laksa Presiden yang Menggoyang Lidah

Penulis: Elvy Yusanti

Menarik baca sejarah Laksa. Wikipedia menulis, menu lontong disiram kuah ayam bersantan yang mirip bumbu kari ini jenisnya bermacam-macam. Laksa Kari dari Singapura, Laksa Assam dari berbagai wilayah Malaysia, dan juga dari Indonesia antara lain Betawi, Bogor, dan Palembang.

Campurannya macam-macam. Ada yang menggunakan mie kuning, ada juga dengan bihun. Bahan utamanya selain ayam, juga bisa ditambah campuran udang atau ikan. Di Bogor, Laksa dilengkapi dengan Oncom. Selain itu toge, daun kemangi, potongan telur dan perasan jeruk nipis. Konon makanan ini merupakan gabungan dari citarasa Tionghoa dan Melayu.

Adalah Laksa Pak Inin di Palasari, Cijeruk, Bogor yang terkenal dan dibanjiri pembeli. Warung Laksa ini juga disebut Laksa Presiden karena menjadi langganan Presiden Megawati Soekarnoputri.

Apa sih istimewanya Laksa Pak Inin sampai dikunjungi para pejabat dan di jam makan siang selalu penuh? Padahal kondisi warung yang saat ini dikelola Yuningsih ini sangat sederhana. Berdinding gedeg/bilik bambu seluas kira-kira 50 meter persegi dan berlantai semen.

Laksa yang dijual sejak tahun 1965 ini terdiri dari potongan ketupat, bihun, taoge, daun kemangi, tahu kukus, telur rebus, dan oncom. Setelah isian ditata di piring, diguyur kuah santan kental berwarna kuning. Setelah itu diberi kuah dan taburan serundeng kelapa.

Nah yang spesial memang serundengnya, sepanjang makan Laksa, saya belum pernah beli yang disajikan dengan serundeng. Laksa dengan kuah gurih dan bumbunya yang medok ini makin lezat dinikmati dengan taburan serundeng.

Maka tak heran jika warung laksa yang dibandrol dengan harga Rp 13 ribu per porsi ini laris manis. Buka mulai pukul 08:00-16:00 setiap hari kecuali Jumat, Laksa Pak Inin laris manis diserbu pelanggan yang sebagian besar dari luar Kota Bogor. Dalam sehari, tak kurang 200 porsi Laksa Pak Inin habis terjual.

Jika di daerah Anda tidak ada yang menjual Laksa, bisa lho membuat sendiri di rumah. Sangat mudah dan bahan-bahannya tidak sulit diperoleh.

Bahan:
1/2 ekor ayam ambil dagingnya, bawang merah, bawang putih, kemiri dan ketumbar sangrai, kunyit, jahe, cabe keriting, sereh, daun salam, daun jeruk, santan, gula dan garam. Saya tambahkan kaldu bubuk udang.

Cara membuat:
Bumbu dihaluskan, tumis sampai harum, masukkan potongan ayam. Tambahkan air dan santan. Saat disajikan lengkapi dengan toge yang telah disiram air panas, bihun, telur rebus, kemangi dan jeruk nipis.

Menurut saya, ciri khas Laksa ada di kuah santannya. Selebihnya ayam mau dimixed dengan udang atau ikan, bebas aja. Mau pilih mie kuning atau bihun bisa aja, tergantung selera. Yang sedap dari Laksa ini buat saya adalah paduan toge dan kemangi, disruput dengan kuah panas yang diberi perasan jeruk nipis.

Tags:
,
Elvy Yusanti
Elvy Yusanti
elvy@kenariguesthouse.com
1 Comment
  • Avatar
    benny n joewono
    Posted at 10:52h, 07 September Reply

    Tidak terlalu jauh dari Jakarta.. harus dicoba..

Post A Comment