Lauk Pauk Tumpeng-pun Sarat Makna

Penulis : Atie Nitiasmoro

 

Kredit Foto: Wikipedia

Tujuh Lauk-Pauk & Filosofinya

Ternyata lauk pauk yang melengkapi kelezatan nasi tumpeng juga mengandung arti dan symbol khusus

  • Ayam: Yang dipilih adalah ayam jantan, jago. Ayam dimasak utuh dijadikan ingkung, dengan bumbu kuning/kunir dan diberi areh (kaldu santan yang kental) yang menjadi simbol menyembah Tuhan dengan khusuk (manekung) dengan hati yang tenang (wening). Rasa ketenangan hati dicapai dengan mengendalikan diri dan sabar (nge”reh” rasa).

Mengapa menggunakan ayam jago? Karena ayam jago memiliki sifat-sifat kurang baik, misalnya, sombong, congkak, kalau bicara selalu menyela dan selalu ingin tahu serta merasa paling benar (berkokok), tidak setia karena berganti-ganti pasangan. Sifat-sifat buruk itu dihilangkan dengan menyembelih ayam jago sebagai perlambang.

  1. Ikan: Dahulu, ikan yang digunakan adalah ikan lele, tetapi sekarang diganti dengan ikan teri. Ikan lele memiliki makna ketabahan, keuletan dalam mengarungi kehidupan, tidak mudah putus asa meski dalam kehidupan yang sulit. Ikan lele bisa hidup di air yang keruh, dan bahkan kotor, tidak mengalir sekalipun ,serta bisa bertahan lama dalam kekeringan.

Ikan teri juga menyimbolkan ketabahan, keuletan, dan hidup bergerombol (ini melambangkan kebersamaan, kerukunan). Ikan teri biasanya digoreng dengan atau tanpa tepung. Biasanya, juga dilengkapi dengan ikan pethek. Jadi dengan menggunakan ikan teri dan pethek, diharapkan terciptanya kehidupan yang rukun, serta menjunjung tinggi kebersamaan.

  1. Telur rebus: Telur ayam direbus pindang, bukan didadar atau mata sapi. Setelah direbus telur disajikan utuh, lengkap dengan kulitnya. Telur utuh ini melambangkan bahwa manusia itu diciptakan dengan fitrah yang sama. Yang membedakan adalah bagaimana mengisi kehidupan, apakah dengan ketakwaan, dengan tingkah laku yang baik atau tidak; menjadi pekerja keras atau pemalas. Dalam piwulang (ajaran) Jawa diajarkan, bahwa dalam bekerja harus “Tata, Titi, Titis dan Tatas”, yang berarti etos kerja yang baik adalah kerja yang terencana, teliti, tepat perhitungan,dan diselesaikan dengan tuntas.
  2. Gudhangan atau Sayur Urap.

Sayuran yang digunakan untuk membuat gudhangan atau urap ini ada tujuh macam: kangkung, bayam, kacang panjang, taoge, kluwih dengan bumbu sambal parutan kelapa atau urap dan lain-lain. Ketujuh sayuran itu memiliki makna simbolis.

  1. Kangkung. Tanaman kangkung bisa hidup di manapun, baik di tanah berair, di dalam air, maupun didarat. Dengan menggunakan kangkung diharapkan bahwa manusia bisa, mampu hidup dalam kondisi apa pun, di manapun; karena jinangkung yang berarti dilindungi; jinangkung in Pangeran, dilindungi Tuhan.
  2. Bayam (bayem) berarti ayem tentrem (aman dan damai). Daun bayam yang berwarna hijau muda menyejukkan dipandang mata, membuat mata adem. Bentuk daunnya pun sederhana, tanpa banyak lekukan. Karena itu, sayur bayan ini melambangkan kehidupan yang ayem-tentrem, aman dan damai, hidup rukun, Dan, hidup dalam kesederhanaan seperti bentuk daun bayam.
  3. c. Taoge; Dari sebutir kacang hijau, tumbuhlah kecambah, taoge, yang diharapkan terus tumbuh menjadi tanaman dan kemudian berbuah. Dengan demikian, diharapkan keluarga bertumbuh, beranak-pinak. Taoge malambangkan semangat hidup, penuh kreativitas tinggi
  4. Kacang panjang. Sama seperti telur rebus yang harus utuh, kacang panjang juga harus tetap utuh, tidak dipotong-potong. Penggunaan kacang panjang ini menyimbolkan agar manusia berpikiran panjang, selalu membuat pertimbangan matang, tidak tergesa-gesa ketika akan mengambil sebuah tindakan, sebuah keputusan. Kacang panjang, juga melambangkan kehidupan panjang, umur panjang. Kacang panjang melambangkan pemikiran yang jauh ke depan.
  5. Bawang merah atau brambang (Jawa) melambangkan, sebelum mengambil tindakan atau keputusan hendaknya mempertimbangkan segala sesuatu dengan matang baik buruknya,
  6. Cabe merah yang biasanya ditancapkan di ujung tumpeng merupakan simbol dilah/api yang memberi menerangan/tauladan yang bermanfaat bagi orang lain, juga bagi diri sendiri.
  7. Kluwih berarti linuwih atau mempunyai kelebihan dibanding lainnya. Tentu dalam hal kebaikan hidup. Kalaupun berlebihan dalam harta-benda pun, juga bersikap dan bertindak lebih dari orang lain dalam hal bersedekah, berderma bagi yang berkekurangan.

Yang tidak boleh ketinggalan adalah  bumbu urap berarti urip/hidup atau mampu menghidupi (menafkahi) keluarga. Semua sayur-mayur dijadikan satu, dibumbui agar enak, seperti halnya hidup ada bumbu dalam kehidupan yang membuat kehidupan semakin  hidup.

Jakarta, tie, 03072020

Atie Nitiasmoro
Atie Nitiasmoro
atie@kenariguesthouse.com
No Comments

Post A Comment