Menguak Kisah Cinta Candi Prambanan

Penulis : Dewi Suspaningrum

Candi Prambanan

Kredit Foto: Wikipedia

Candi Prambanan adalah salah satu kompleks candi yang terkenal di Indonesia dan ditetapkan UNESCO sebagai situs warisan dunia pada tahun 1991 selain tentunya  Candi Borobudur yang sudah melegenda lebih dulu. Berbeda dengan Candi Borobudur yang merupakan candi  dari aliran agama Budha, maka Candi Prambanan adalah sebuah kompleks candi dengan aliran agama Hindu.

Meski demikian, Lokasi keduanya yang berada tepat di tengah wilayah Jawa Tengah sekaligus membuktikan bahwa dahulu umat Budha dan Hindu sudah hidup berdampingan dengan rukun dan bersahaja. Kedua candi besar ini juga menjadi bukti kemajuan peradaban manusia pada saat itu karena mampu membangun candi-candi dengan seni arsitektur yang luar biasa tanpa bantuan teknologi canggih, ibaratnya semua dikerjakan dengan tangan manusia secara gotong royong.

Sejarah
Dalam penelusuran sejarahnya. Candi Prambanan diperkirakan dibangun sekitar pertengahan abad ke-9 oleh raja dari Wangsa Sanjaya, yaitu Raja Balitung Maha Sambu. Dugaan tersebut didasarkan pada isi Prasasti Syiwagrha yang ditemukan di sekitar Prambanan dan saat ini tersimpan di Museum Nasional di Jakarta. Prasasti berangka tahun 778 Saka (856 M) ini ditulis pada masa pemerintahan Rakai Pikatan.

Menurut prasasti Siwagrha, candi ini mulai dibangun pada sekitar tahun 850 masehi oleh Rakai Pikatan, dan terus dikembangkan dan diperluas oleh Balitung Maha Sambu, pada masa kerajaan Medang Mataram.

Kompleks Candi Prambanan terletak di kecamatan Prambanan, Sleman, DI Yogyakarta dan kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah  atau kurang lebih 17 kilometer timur laut Yogyakarta, 50 kilometer barat daya Surakarta dan 120 kilometer selatan Semarang, persis di perbatasan antara provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Letaknya sangat unik, disebut komoleks candi, karena  Candi Prambanan memang terdiri dari beberapa bangunan yang tersebar dengan jarak dekat di sepanjang wilayah administrasi desa Bokoharjo, Prambanan, Sleman, sedangkan pintu masuk kompleks Candi Prambanan terletak di wilayah administrasi desa Tlogo, Prambanan, Klaten.

Legenda 

Hampir diseluruh candi di pulau  Jawa ini memiliki kisahnya sendiri-sendiri, tak terkecuali Candi Prambanan. “Kata orang-orang tua, ada patung seorang putri yang dikutuk menjadi batu di Candi Prambanan.” Patung tersebut adalah Dewi Roro Jonggrang yang menjadi inti kisah legenda Candi Prambanan.

Konon…. dahulu kala ada seorang putri yang cantik jelita, bernama Roro Jonggrang. Kecantikan itu membuat banyak raja dan pangeran yang ingin mempersuntingnya bahkan memikat seorang pangeran sakti mandraguna, yang menggebu-gebu ingin meminangnya yaitu Bandung Bondowoso. Namun Roro Jonggrang mengajukan syarat untuk membangun seribu candi dalam semalam sebagai bentuk penolakan halus atas pinangan tersebut. Tapi ternyata, Bandung Bondowoso tetap menyanggupi syarat tersebut.

Kredit Foto: Wikipedia

Bandung Bondowoso kemudian meminta bantuan makhluk halus untuk membangun seribu candi dalam semalam. Ketika 999 candi sudah berdiri, Roro Jonggrang membangunkan seluruh penduduk desa untuk menyalakan api unggun dan menumbuk padi dengan lesung.

Para jin yang tengah bekerja mengira fajar telah tiba, kemudian lari tunggang langgang, meninggalkan Bandung Bondowoso yang murka atas tipu muslihat Roro Jonggrang yang kemudian segera mengutuknya menjadi patung batu untuk melengkapi candi ke-1000.

Kini patung Roro Jonggrang yang menjulang setinggi 47 meter itu menjadi bagian dari Candi Prambanan yang selalu tampak dari jalan raya. Keindahan Candi Prambanan tampak memukau saat matahari terbit ataupun terbenam.

Yogyakarta, Dee, 20072020

Tags:
,
Dewi Suspaningrum
Dewi Suspaningrum
dewi@kenariguesthouse.com
No Comments

Post A Comment