Nasi Uduk atau Nasi Ulam?

Oleh: Elvy Yusanti

 

 

Betawi nggak cuma punya Nasi Uduk, berasnya dimasak dengan campuran santan dan bumbu seperti Lengkuas, Sereh dan Daun Salam. Tetapi ada juga Nasi Ulam yang proses pembuatan dan bahan rempahnya sama hanya saja dimasak tanpa santan.

Dibanding Nasi Uduk yang mudah ditemui karena sudah menjadi menu khas masyarakat di Jakarta, Nasi Ulam jarang ditemui. Tahun 2001, saat tinggal di Lapangan Ros, Tebet, Jakarta Selatan, Nyak yang tinggal di belakang rumah jualan Nasi Ulam. Meski sudah menetap di ibukota 12 tahun tapi saya baru pertamakali tahu Nasi Ulam buatan Nyak.

Nasi putih yang aromanya harum, ditabur Srundeng, dilengkapi Kecambah (Toge Pendek), irisan kecil Timun dan Kemangi. Ada sambal kacang dan lauknya bisa Semur Tahu atau gorengan seperti Bakwan Sayur atau Tempe Tepung.

Kekhasan Nasi Ulam ada pada Srundengnya. Rasanya mirip dengan Srundeng Jawa tapi ada item bumbu yang berbeda demikian uga cara membuatnya.

Bahan Srundeng
Kelapa parut setengah tua, Bawang merah, bawang putih, cabe merah, kunyit, jintan, daun jeruk, serai, ketumbar sangrai, lada, bubuk ebi (karena nggak ada stok saya ganti bubuk kaldu udang), gula merah, garam.

Cara membuat:
Kelapa disangrai terlebih dahulu sampai warnanya setengah kuning.Sisihkan. Haluskan semua bumbu kecuali serai (geprek aja), tumis sampai harum. Masukkan kelapa sangrai, aduk sampai bumbu bercampur.

Untuk nasinya, aron beras dengan lengkuas, daun salam, serai dan garam lalu dikukus. Sama seperti membuat Nasi Uduk.

Sajikan Nasi Ulam dengan lauk Ayam Goreng, Empal atau Semur Daging. Sebetulnya untuk lauknya bebas sesuai selera. Saya menyajikan dengan Semur Daging, Kentang Tahu dan Kering Kentang Pedas. Sajikan dengan pelengkap kerupuk dan sambal kacang.

EY/kenariguesthouse/10052020

Elvy Yusanti
Elvy Yusanti
elvy@kenariguesthouse.com
No Comments

Post A Comment