Rachel Harrison Penari Tari Jawa Klasik Dari Eropa, Lebih Jawa dari Orang Jawa

Penulis : Maria Dona

Dok. Pribadi—Rachel Harrison (kiri)

Thanks Rachel Harrison

for having me at your beautiful place.

Geolog Inggris yang jatuh cinta pada tanah dan budaya Jawa. Menguasai 15 tari Jawa Klasik dan bermain gamelan, ia mendirikan Sanggar Seni Joglo Pete dan memberikan pelatihan gratis tari Jawa dan gamelan untuk penduduk sekitar Borobudur dan Menoreh.

Dok. Foto: Facebook Rachel Harrison

Seharusnya saat  ini ia sedang berada di Amerika Selatan melakukan pekerjaannya sebagai ahli geologi.

“Rencananya saya akan ke Galapagos dan Machu Pichu setelah menyelesaikan kerjaan,” tuturnya.

Tetapi karena Covid, semuanya jadi tertunda. Beruntunglah saya bisa bertemu dengannya di kediamannya yang asri.

“Kamu lebih Jawa ketimbang saya,” kataku. Dia pun tertawa.

Perbincangan kami pun mengalir begitu saja. Rachel mengisahkan perkenalannya dengan Indonesia, bagaimana dia masih sering salah mengartikan bahasa Jawa Krama Inggil hingga kecintaannya terhadap budaya Jawa.

Matur nuwun sanget Rachel. Its really nice to meet you in person. Semoga saya bisa segera kembali ke sana dan membuat sesuatu bersama.

Rachel Harrison Doktor bidang geologi berkebangsaan Inggris ini mulanya ke Jawa untuk mencari urat-urat  emas seperti yang dilakukannya di berbagai negara.  Rachel langsung jatuh cinta dengan tanah Jawa dan budayanya begitu menjejakkan kakinya di Banyuwangi Jawa Timur tahun 2008. ”Jauh-jauh mencari emas ke Jawa, saya berjodoh dengan mas-mas Jawa, ha-ha-ha.” kenang istri  Adi Maryono geologis asal Kudus ini. Pasangan ini menikah pada 2014 dengan adat Jawa di rumah joglo yang mereka bangun sebelumnya di Dusun Pete Magelang.

Rachel menguasai 12 tari klasik, antara lain tari Gambyong, Bedaya, Bambangan Cakil, Srikandi Larasati, dan Lambangsih. Ia telah tampil di banyak pentas, mulai dari dusun nan jauh hingga hotel supermewah di Borobudur. Tahun 2017, menarikan tari klasik di pinggir jalan untuk memeriahkan Borobudur Marathon. ”Saya paling senang menari di dusun-dusun. Selain itu, saya senang menari di candi dan gunung karena energinya besar sekali,” ujar Rachel yang bercita-cita melestarikan tari klasik Jawa dan ingin membuat tempat pertunjukan tari klasik di Borobudur.

Dona/tie 15082020

 

Atie Nitiasmoro
Atie Nitiasmoro
atie@kenariguesthouse.com
No Comments

Post A Comment