Rasa Unik Sate Srepeh

Oleh : Flory Shanti Dewi

Bukan hanya Lontong Tuyuhan, makanan khas Lasem, Rembang, yang juga  wajib dicoba adalah Sate Srepeh. Seperti namanya, sate ini unik karena tidak disajikan dengan sambal kacang maupun sambal kecap manis seperti sate pada umumnya.  Jadi, potongan daging ayam yang diiris tipis, dipenyet hingga pipih dan dinikmati bersama kuah santan gurih kental kuning kemerahan.

Siang itu, kami menyambangi Warung Sate Srepeh “Podomoro” di kawasan Jl. Ahmad Yani, di jantung kota Rembang. Menurut ibu pemilik Warung Makan “Podomoro”, racikan bumbu sate srepeh memang berbeda dengan sate ayam atau sate kambing umumnya.

“Racikan bumbune cuma gulo jowo, santan dan segambreng bawang merah, bawang putih, dan cabai merah. Tapi coba cicipin. Enak,” katanya sambil menyiram kuah kemerahan pada setumpuk sate di piring kami.

Wow. Rasanya unik maksimal!

Manis, pedas, gurih dan sedikit  sensasi asam daun jeruk purut. “Uenak tenan!!! Konon, Srepeh berasal dari kata repeh yang artinya bumbu yang kemerahan. Diperkirakan racikan bumbu ini merupakan bentuk akulturasi budaya Tionghoa dengan masyarakat setempat. Idealnya, sate disandingkan dengan nasi sayur tahu dan sayur Lodeh Krai. Lantas dirames di piring beralas daun jati. Komposisi unik yang dijamin membuat lidah terus bergetar!

Harga seporsi Sate Srepeh lumayan terjangkau. Warung ini juga menerima pesanan dan menyediakan sate srepeh beku, untuk dibawa ke luar kota atau disantap beramai-ramai di rumah. Puas makan sate, kami pun lanjuuut wisata kuliner lhas Rembang lagi. Sayangnya, belum sempat difoto, sudah keburu ludes. So, artinya next time kami musti dolan lagi ke Lasem.

Flory/tie/KenariGuestHouse

 

Atie Nitiasmoro
Atie Nitiasmoro
atie@kenariguesthouse.com
No Comments

Post A Comment