Rela Ngantri Demi Kopi Klotok

Oleh: Dewi Suspaningrum

Sungguh, hampir tidak percaya bahwa untuk bisa menikmati rasa kopi klotok berikut nikmatnya pisang goreng, sambil duduk santai menikmati makan siang dengan sayur kluwih dan sayur lodeh, kita harus rela mengantri dulu selama hampir setengah jam. Namun semuanya terbayarkan dengan nikmatnya sajian makanan dan minuman di rumah makan sederhana “Kopi Klotok”.

Rumah makan yang berlokasi di Jl. Kaliurang KM-16. Pakem, Yogyakarta, ini memang sangat strategis walau agak masuk jalan kecil. Tapi letaknya tepat dipinggir sawah dengan lahan parkir yang luas, sehingga saat menikmati makanan kita juga dimanjakan oleh panorama tritisan sawah yang hijau atau kemuning keemasan jika saat panen tiba. Tentu ini hal langka bagi pengunjung yang bisa tinggal di kota metropolitan.

Ketika mencari alamatnya, kami harus melewati beberapa rumah makan besar namun terlihat sepi pengunjung. Tapi saat tiba dilokasi, antrian ternyata sudah mengular panjang. Penasaran akan kelezatan menu yang disajikan hingga tak pernah sepi pengunjung bahkan selebriti dan pembesar negeri-pun pernah makan disini, membuat kami rela larut mengantri demi merasakan kopi klotok yang tersohor tersebut.

Kenyataannya menu yang disajikan adalah menu makanan rumah sehari-hari namun kini makin langka ditemui. Menunya yaitu nasi hangat dengan beragam sayur bersantan seperti lodeh, kluwih, krecek, serta sambel uleg kasar. Sementara lauk yang tersedia ada tempe goreng kering, gereh, alias ikan asin goreng dan telur dadar lebar yang krunchy. Sedangkan untuk cemilan khasnya, tersedia, kopi klotok dan pisang goreng crisby.

Uniknya disini, yang mau tambah nasi dan sayur bisa sesuka hati. Nambah berapa kali-pun gratis. Hanya lauknya saja yang dihargai, nasi dan sayur mau berapa kali tambah bayarnya tetap hanya Rp.11.500,-/orang. Murah banget kan!!!. Sedangkan untuk kopi klotok harganya Rp.5000,-/gelas. Buat saya dan GV yang memang penikmat kopi. Kopi klotok yang menjadi ikon rumah makan ini memang nyamleng, chess-pleng, alias nikmat sekali, plus bikin marem lan tentrem.

Kopi klotok sejatinya adalah kopi jadul yang keunikannya terletak pada cara memasaknya. Biasanya dulu dikampung, nenekku  memasaknya memakai tungku. Biasanya dalam satu teko nenek memasukkan 2 sendok makan penuh kopi halus, lalu langsung dijerang masak dengan segelas air tebu (air perasan batang tebu yang sudah dibersihkan). Ketika mulai mengering dan berbunyi Klotok-klotok baru ditambahkan air secukupnya kira-kira untuk 4 gelas. Kemudian tunggu hingga kopi melarut dan mendidih baru dituangkan ke gelas-gelas.Jika merasa kurang manis bisa ditambahkan gula aren atau gula pasir maupun gula batu sesuai selera.

Nah, karena ada bunyi klotok-klotok itu maka kopi jadul ini dinamakan “kopi klotok”. Pengalaman minum kopi klotok dibeberapa tempat, buat kami kopi klotok disinilah yang paling pas dilidah kami. Maknyus tenanan !!!..  Buat anda petualang kuliner, silahkan mencoba. Dijamin nagih-dan-nagih lagi.  Rumah makan “Kopi Klotok” buka mulai pukul 07:00 WIB hingga Pukul 21:00 WIB.  Saran saya, agar bisa lebih leluasa, sebaiknya anda datang pada pagi hari sekaligus sarapan disana, karena tidak banyak atrian, juga pisang goreng dan tempenya masih panas, begitu juga dengan sayurannya baru matang. Selain itu anda juga bisa dapat tempat duduk dipinggir sawah. Klop-kan, sarapan disaung yang dikelilingi sawah yang hendak panen. Nikmat mana lagi yang dicari. InsyaaAllah… kenyang, puas, murah, nikmat, dan benar-benar serasa pulang kampong dan sarapan di rumah nenek.

 

Yogyakarta, Dee, 15022021

Dewi Suspaningrum
Dewi Suspaningrum
dewi@kenariguesthouse.com
No Comments

Post A Comment