Roemah Antiek Keloearga Martha Tilaar

Oleh: Dewi Suspaningrum

Inilah rumah orang terkaya di wilayah kota Gombong, Kebumen, Jawa Tengah, di era penjajahan kolonial Belanda hingga ketika Nippon, Jepang masuk ke pulau Jawa. Roemah Keloearga Martha Tilalar. Di dalamnya masih terawat barang-barang antik, sekaligus bukti sisa-sisa kejayaan dan kebangsawanan priyayi jawa keturunan tionghoa dari keluarga ibu Martha Tilaar dan leluhurnya.

Roemah Martha Tilaar, yang beralamat di Jalan Sempor Lama No. 28, Gombong, Kebumen, Jawa Tengah ini terletak di sebelah timur dari pasar Wonokriyo, Gombong merupakan rumah masa kecil dari Martha Tilaar yang kini menjadi salah satu konglomerat kebanggaan Indonesia.

Sempat dikenal sebagai rumah hantu selama puluhan tahun, kini setelah di renovasi dan dipugar tanpa menghilangkan nilai sejarahnya, rumah ini kini tampil lebih bersahaja menampilkan keelokannya sebagaimana rumah penuh kisah sejarah dengan banyak cerita.

Rumah milik ayah dari Dr. Martha Tilaar yaitu Liem Siauw Lam (Liem Solan) atau lebih dikenal dengan sapaan “Babah Lim” adalah pengusaha susu dan kopra yang sangat tersohor di zamannya. Sesungguhnya nama “Liem Siauw Lam” (Liem Solan) merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat Gombong. Keluarga Liem dikenal sebagai keluarga Cina kaya raya di wilayah kota Gombong pada tahun 1920-an. Bahkan keluarga Solan sudah  memiliki mobil Ford model “T” yang tersohor dimasa itu.

 

Sebagai seorang entrepreneur atau seorang saudagar kaya, babah Liem memiliki bisnis yang beragam. Luas tanah miliknya yang lumayan yang digunakan sebagai tempat mengusahakan peternakan sapi yang menyediakan susu dan daging untuk pasokan tangsi Belanda Van Der Wijk  di Gombong, Jawa Tengah. Beliau juga memasok susu segar bagi para bangsawan Jawa  hampir ke seluruh tanah Jawa Tengah.

Babah Liem juga seorang pedagang kopra yang mengumpulkan kopra dari penduduk sekitarnya, demikian pula sarang burung walet yang terkenal di daerah itu. Babah Liem sangat terkenal di daerah Pecinan, atau di sepanjang jalan sempor Gombong, sebagai keluarga thionghoa kaya yang baik hati dan berjiwa sosial tinggi, bahkan babah Liem merelakan rumahnya sebagai Pusat Palang Merah dimasa perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Sebagai pengusaha yang biasa terjun langsung ke petani membuat babah Liem mempunyai hubungan yang baik dengan para petani kopra maupun palawija di daerah Gombong maupun Kebumen. Istrinya juga seorang entrepreneur yang juga menyediakan peralatan-peralatan membatik sehingga sangat membantu para perempuan pembatik di daerah Gombong pada masa itu untuk belajar membatik dan menjahit. Bukan hanya itu, dari ibunya pula, Martha Tilaar bisa belajar membuat herbal yang dulu biasa disebut jamu untuk beragam penyakit dan juga merawat wajah dan tubuh. Inilah yang membuat bekal bagi Martha Tilaar yang kemudian mengembangkan usahanya dibidang kosmetik dan berjaya hingga hari ini.

Memiliki rumah bergaya eropa dan bernuansa etnik thionghoa, rumah yang dibangun pada tahun 1920. Kini menjadi cagar wisata budaya dan salah satu museum sejarah, kebanggaan warga Gombong, Jawa Tengah dan sekitarnya.

Roemah Martha Tilaar berisi informasi perjalanan hidup Ibu Martha Tilaar dan diisi dengan berbagai macam kegiatan baik bersifat sosial maupun ekonomi kemasyarakatan. Terutama mengangkat budaya lokal sehingga pemberdayaan secara ekonomi dapat terjadi di kota Gombong itu sendiri. Roemah Martha Tilaar menempatkan museum dengan aktivitas sebagai kontennya, sehingga diharapkan menjadi tempat yang memberikan pengaruh pada masyarakat Gombong dan sekitarnya.

Tidak heran kini rumah ini lebih banyak difungsikan sebagai tempat kegiatan sosial, berkesenian, paguyuban dan pertemuan para aktivis dan pemuda untuk mengembangkan program dan aktivitas serta agenda wisata tahunan demi kemajuan masyarakat dan daerah Gombong, Kebumen dan sekitarnya.

Sang pemilik dan pengelolanya yang kini dipegang oleh putri ibu Martha Tilaar yakni Wulan Tilaar berharap rumah ini bisa menjadi inspirasi dengan empat pilar yaitu beauty education, beauty green, beauty culture and empowering woman. Karena dari sinilah lahir jiwa perjuangan dan kemandirian seorang wanita, salah satu konglomerat Indonesia, Ibu Martha Tilaar.

Gombong, Dee, 29012021

Dewi Suspaningrum
Dewi Suspaningrum
dewi@kenariguesthouse.com
No Comments

Post A Comment