Soto Pak Slamet langganan Sultan HB X

Oleh Atie Nitiasmoro

Selain gudek, Soto juga menjadi menu favorit yang dicari wisatawan kala bertandang ke Yogyakarta, kota budaya ini. Soto ayam mudah didapat, mulai dari warung pinggir jalan, resto sampai hotel berbintang.

Meski rasa soto nyaris sama tapi masing-masing warung soto tetap menawarkan citarasa berbeda yang membuat pelanggannya datang dan datang lagi. Soto Pak Slamet contohnya, pelanggan kepincut dengan kuahnya yang bening,  segar dan gurih ditambah irisan ayam dan perkedelnya membuat lidah terus menari. Tingkat kematangan kol dan tauge yang pas, semakin melengkapi lezatnya makanan yang sering menjadi pilihan pembuka hari.

Sultan Hamengku Buwono ke X sering datang untuk sarapan di warung soto yang berada di Mejing Lor Gamping Ambarketawang ini. Bahkan ketika kami sarapan di awal Desember tahun 2020, sempat bertemu dengan rombongan Paku Alam X. Seperti warung soto lainnya, Soto Pak Slamet  juga menyajikan aneka lauk seperti tahu tempe bacem, ayam goreng, sate telur puyuh, perkedel. Namun karena saya datangnya agak siang, lauk yang ada tidak selengkap di pagi hari.

Sebelumnya pak Slamet bekerja  di Soto Kadipiro yang legendaris lalu memutuskan berjualan sendiri pada tahun 1982. “Pada awalnya Eyang  jualan di pinggir rel kereta dan 2007 baru pindah ke rumah ini,” jelas Irwan Widyo   generasi ketiga yang meneruskan bisnis keluarga ini. Soto Pak Slamet punya dua cabang namun terpaksa ditutup karena Pandemic Covid-19.

Atie@kenariguesthouse.com

Atie Nitiasmoro
Atie Nitiasmoro
atie@kenariguesthouse.com
No Comments

Post A Comment